RENUNGAN HARIAN
Kamis, 15 Oktober 2026
Bacaan Firman Tuhan: 3 Yohanes 1:9–12
Tema: “Jadilah Teladan dalam Kebaikan, Bukan dalam Kejahatan”
Pendahuluan
Setiap orang memiliki pengaruh terhadap orang lain. Melalui perkataan, sikap, dan perbuatan, kita dapat membawa orang lain semakin dekat kepada Tuhan atau justru menjauh dari-Nya. Karena itu, kehidupan orang percaya seharusnya menjadi teladan yang mencerminkan kasih dan kebaikan Allah. Dalam 3 Yohanes 1:9–12, Rasul Yohanes memperlihatkan dua sikap yang sangat berbeda. Di satu sisi, ada Diotrefes yang ingin menjadi orang terkemuka, tidak mau menerima nasihat, dan bertindak dengan cara yang tidak mencerminkan kasih. Di sisi lain, ada Demetrius yang mendapat kesaksian baik dari banyak orang dan hidup dalam kebenaran. Melalui kedua contoh ini, kita diajak untuk memeriksa kehidupan kita sendiri: Apakah kita sedang menjadi teladan yang membawa berkat bagi orang lain, atau justru menjadi batu sandungan bagi sesama?
Pertama, jangan mencari kehormatan bagi diri sendiri.
Diotrefes ingin menjadi orang terkemuka. Ia tidak menerima kehadiran dan nasihat Rasul Yohanes, bahkan menghalangi orang lain yang ingin menerima saudara-saudara seiman. Sikap Diotrefes mengingatkan kita bahwa keinginan untuk dihormati, dipuji, dan diutamakan dapat merusak hubungan dengan sesama. Hal ini juga dapat terjadi dalam kehidupan keluarga, pekerjaan, masyarakat, bahkan pelayanan gereja. Terkadang, seseorang lebih mementingkan kedudukan daripada pelayanan, lebih mengutamakan pendapat pribadi daripada kebenaran, dan lebih ingin menang daripada menjaga persaudaraan. Padahal, Tuhan memanggil kita bukan untuk mencari kehormatan bagi diri sendiri, melainkan untuk melayani dengan rendah hati. Dalam pelayanan, jabatan bukanlah kesempatan untuk menguasai orang lain, melainkan tanggung jawab untuk membawa orang lain semakin dekat kepada Tuhan.
Kedua, jangan meniru kejahatan, tetapi lakukanlah kebaikan.
Dalam ayat 11, Rasul Yohanes memberikan nasihat yang jelas: jangan meniru yang jahat, melainkan yang baik. Kita hidup di tengah dunia yang menawarkan berbagai contoh perilaku, tetapi tidak semuanya layak untuk ditiru. Ada orang yang berhasil dengan cara yang tidak jujur, mendapatkan kedudukan melalui kesombongan, atau mempertahankan kepentingan pribadi dengan menyakiti orang lain. Sebagai orang percaya, kita tidak boleh menjadikan perilaku seperti itu sebagai standar kehidupan kita. Firman Tuhan mengajak kita untuk memilih jalan kebaikan, sekalipun jalan tersebut tidak selalu mudah. Kita dipanggil untuk berkata jujur ketika orang lain memilih berbohong, mengampuni ketika orang lain menyimpan dendam, dan melayani ketika orang lain hanya ingin dilayani. Kebaikan tidak selalu harus diwujudkan melalui tindakan besar. Menolong orang yang membutuhkan, memberikan penghiburan kepada mereka yang berduka, menghargai pendapat orang lain, dan berbicara dengan penuh kasih merupakan bentuk kebaikan yang nyata. Iman kepada Allah harus terlihat melalui kehidupan yang menghasilkan kebaikan.
Ketiga, jadilah pribadi yang memiliki kesaksian hidup yang baik.
Ayat 12 memberikan kesaksian tentang Demetrius. Ia dikenal sebagai orang yang memiliki kesaksian baik dari semua orang, bahkan kebenaran sendiri memberikan kesaksian tentang dirinya. Demetrius menjadi gambaran tentang seseorang yang kehidupannya dapat dipercaya dan menjadi teladan bagi orang lain. Kesaksian hidup yang baik tidak dibangun hanya melalui perkataan yang indah, pengetahuan Alkitab yang luas, atau kedudukan dalam pelayanan. Kesaksian itu terlihat melalui kesesuaian antara perkataan dan perbuatan. Orang yang hidup dalam kebenaran akan berusaha menunjukkan kejujuran, kerendahan hati, kesetiaan, dan kasih dalam kehidupannya sehari-hari. Sebagai orang Kristen, kita perlu menyadari bahwa orang lain tidak hanya mendengar apa yang kita katakan tentang Tuhan, tetapi juga memperhatikan bagaimana kita memperlakukan sesama. Karena itu, marilah kita membangun kehidupan yang menjadi kesaksian bagi keluarga, gereja, dan masyarakat. Biarlah melalui kehadiran kita, orang lain dapat melihat kasih Kristus.
REFLEKSI
Firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk berhenti sejenak dan memeriksa hati serta kehidupan kita.
Pertanyaan untuk direnungkan:
Apakah saya lebih sering mencari penghormatan bagi diri sendiri daripada melayani orang lain?
Apakah perkataan dan tindakan saya sudah mencerminkan kasih Kristus?
Apakah saya menjadi pembawa damai atau justru menimbulkan perselisihan?
Apakah kehidupan saya dapat menjadi teladan yang baik bagi keluarga, jemaat, dan orang-orang di sekitar saya?
Saudara yang terkasih, kita tidak dapat mengendalikan semua perilaku orang lain, tetapi kita dapat memilih bagaimana kita menjalani kehidupan kita sendiri.
Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan. Jangan membiarkan kesombongan menguasai hati. Jangan menjadikan kelemahan orang lain sebagai alasan untuk melakukan hal yang salah.
Sebaliknya, marilah kita terus belajar melakukan kebaikan, hidup dalam kebenaran, dan melayani dengan kerendahan hati.
Ingatlah: Kehidupan yang berkenan kepada Allah bukan hanya terlihat dari apa yang kita katakan, tetapi juga dari kebaikan yang kita lakukan dan teladan yang kita tinggalkan.
PENERAPAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Mari melakukan tiga hal sederhana hari ini:
Dalam keluarga: Berbicaralah dengan penuh kasih, hindari perkataan yang menyakiti, dan bersedia meminta maaf ketika melakukan kesalahan.
Dalam pelayanan dan pekerjaan: Utamakan tanggung jawab, kerja sama, dan kerendahan hati daripada kepentingan pribadi.
Dalam kehidupan bermasyarakat: Jadilah pembawa damai, lakukan kebaikan tanpa mengharapkan pujian, dan berikan pertolongan kepada mereka yang membutuhkan.
Tidak perlu menunggu kesempatan besar untuk melakukan kebaikan. Mulailah dari hal-hal sederhana yang dapat kita lakukan hari ini.
🌷 PESAN ROHANI HARI INI
“Jangan berusaha menjadi orang yang paling dihormati, tetapi jadilah pribadi yang menghadirkan kasih. Jangan hanya berkata tentang kebaikan, tetapi lakukanlah kebaikan. Sebab kehidupan yang berkenan kepada Allah akan menjadi berkat dan teladan bagi banyak orang.”
Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin. 🙏